Minggu, 16 Desember 2012

Pemburu Dan Seekor Burung



PEMBURU DAN SEEKOR BURUNG
            Pada suatu hari, seorang pemburu mendengar kicauan merdu seekor burung di dalam hutan. Setelah mengikuti dari mana asal kicauan tersebut, dilihatnya seekor burung yang sangat cantik. “aku harus memiliki burung tersebut kemudian pemburu ini berusaha menangkap burung tersebut.
            Setelah beerhasil, pemburu itu mendapatkandi dalam sebuah kurungan. Akan tetapi, aneh sekali. Sejak ditangkap, pemburu itu belum pernah mendengar suara merdu burung itu di siang hari. Padahal pemburu itu ingin sekali bisa menikmati kicauan merdu burung tersebut.
            Oleh karena itu, si burung diberikan makanan dan minumanyang mahal dan lezat. Sayangnya, burung itu masih saja tidak mau berkicau di siang hari.
            “mungkin burung ini sakit, “pikir pemburu itu. Sebenarnya burung itu tidak sakit burung itu memang tidak suka berkicau di sian hari, dan justru lebih senang berkicau di malam hari.
            Pada suatu malam, burung itu berkicau dengan merdu seperti biasanya. Tiba-tiba seekor burung hantu terbang menghampirinya dan berkata,”sahabatku, suaramu bagaikan sebuah lagu yang sangat manis dan menyenangkan. Aku sangat mengagumi keindahan suaramu. Akan tetapi jika kuperlihatkankau tidak pernah berkicau di siang hari.”
            Mendengar apa yang dikatakan si burung hantu, burung itu kemudian mencurahkan isi iatinya,”Tuan burung hantu yang bijaksana. Dulu aku tinggal di dalam hutan bersama teman-teman dan keluargaku. Kami semua hidup bersama dan merasa sangat bahagia. Akan tetapi suatu hari, saat aku sedang mencari makanan sambil bernyayi pemburu itu menangkapku. Sejak itu aku merasa sangat sedih, dan hanya bisa menangis saja di siang hari sehingga baru bisa bernyayi di malam hari,”
            “Apa yang bisa kulakukan untuk membantumu? ” tanya burung hantu .
            “Entahlah, aku hanya ingin bebas lagi,”jawab burung itu.
            Burung hantu yang pintar pun segera mencari cara untuk memberitahukan mengenai apa yang dirasakan burung itu kepada si pemburu. Setelah mengetahuinya, maka si pemburu segera mendatangi burung dalam kurungan tersebut.
            “Maafkan aku teman. Selama ini aku tidak mengetahuinya. Aku hanya ingin lebih sering mendengarkan suaramu saja, Tak kusangka, ternyata apa yang kulakukan ini hanya membuatmu merasa tersiksa.”Kemudian si pemburu melepaskan burung itu.
            Untuk membalas kebaikan si pemburu yang telah rnun membebaskannya kembali, maka setiap hari, burung ituakan datang dan menyayikan sebuah lagu merdu untuk dinikmati oleh si pemburu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar