Pada suatu hari Si kancil merasa kebingungan. Tempat tinggalnya tidak dapat digunakan lagi karena terisi oleh harimau yang mati terjepit pohon. Ia berjalan tak tentu arah hingga sampailah ia di tepi sungai. Kaki dicelupkannya ke dalam air. Sambil melamun, ia bermain-main dengan air sungai.
Tiba-tiba terkejutlah kancil itu. Kaki depannya digigit oleh seekor buaya. Jika kancil itu menarik dan melepaskan kaki depannya dari gigitan buaya, sangatlah tidak mungkin. Karena itu, untuk sementara ia dalam tak bergerak sambil mencari akal agar bisa lepas dari bahaya maut.
“mampus kau sekarang, hai kancil. Aku sudah lapar. Sudah beberapa hari aku tidak makan kebetulan kau datang., maka sekarang juga kau akan kumakan,”kata buaya yang mengigit kaki depan si kancil.
“Apa katamu, hai Buaya? ” tanya Si Kancil dengan tenang,” Kau akan memakan aku?”
“Ya,”jawab buaya itu.”Telah lama aku tidak makan dan kebetulan sekali kau menganarkan daging ke sini.” Si Kancil sebetulnya merasa sakit, tetapi ditahannya. Ia pura-pura tidak merasa sakit sedikitpun untuk melaksanakan siasatnya agar dapat lepas dari bahaya maut itu.
“Kalau kau akan memakanku, mengapa kau tidak lekas-lekas menerkan diriku?” tanya Si kancil.
“kan, aku telah menangkap kaki
depanmu?” jawab buaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar