KATA PENGANTAR
Puji syukur
penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. Karena atas rahmat serta ridho-Nyalah
penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Hama Penyakit Cabai, sholawat
serta salam penulis ucapkan kepada jung-jungan nabi besar Muhammad Saw. Kepada
keluarga dan para sohabatnya serat kita selaku umatnya yang mudah-mudaha
mendapat safaatnya. Amin.
Pada makalah ini akan dibahas
tentang Hama Penyakit Cabai
Penulis menyadari bahwa dalam
makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan keritik serta saran
yang membangun dari pembaca penulis harapkan agar kedepannya makala ini dapat
jauh lebih baik lagi.
Penulis
Kelompok {“Cabai“}
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................. i
DAFTARISI ............................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................. 1
1.2 Perumusan Masalah ............................................................................. 2
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................. 2
1.4 Manfaat Penulisan ............................................................................ 2
1.5 Metode Penulisan ............................................................................ 2
BAB II ISI ............................................................................. 3
2.1 Pengertian Cabai …………………………………………………. 3
2.2 Nama Hama …………………………………………………. 4
2.3 Hama Penyakit Cabai Menyerang Ketika ………………………………... 4
2.4 Bagian yang Diserang …………………………………………………. 4
2.5 Pemberantasan Hama dan Penyakit Secara Biologis ................................... 6
2.6 Pemberantasan Hama dan Penyakit Secara Kimiawi ……………………... 6
BAB III PENUTUP …………………………………………………. 7
3.1 Kesimpulan …………………………………………………. 7
3.2 Saran ………………………………………………….. 7
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa
ini bertani cabai hibrida sistem mulsa plastik hitam perak (MPHP) banyak
dipraktekkan pada cabai Hot Beauty, Hero, Long Chili, Ever-Flavor dan cabai
Paprika. Dimungkinkan pula pada usahatani cabai keriting hibrida maupun cabai
kecil (rawit, cengek) hibrida. Alasan utama sistem MPHP digunakan pada
cabai-cabai hibrida adalah untuk mengimbangi biaya pengadaan MPHP dari
peningkatan hasil cabai yang lebih tinggi daripada cabai biasa, sehingga secara
ekonomis menguntungkan. Budidaya cabai hibrida dengan sistem MPHP merupakan
perbaikan kultur teknik ke arah yang intensif. Pada umumnya sistem budidaya
cabai di sentra-sentra produksi cabai masih menggunakan benih lokal dan
populasi tanaman per hektarnya tinggi. Populasi yang sangat rapat ini dapat
mengakibatkan penangkapan sinar matahari setiap tanaman berkurang dan
kelembaban udara di sekitar kebun menjadi tinggi. Kelembaban yang tinggi
seringkali dapat meningkatkan serangan hama
dan penyakit. Perbaikan kultur teknik budidaya cabai secara intensif untuk meningkatkan
produksi maupun kualitas hasil, diantaranya adalah penggunaan benih unggul dari
varietas hibrida yang bermutu tinggi, penerapan MPHP, pemupukan berimbang,
pengendalian hama dan penyakit, serta cara-cara lain yang khas seperti
pemasangan turus dan perempelan tunas ataupun daun.
1.2 Perumusan Masalah
Berkaitan dengan uraian pada latar belakang diatas,
maka permasalahan yang dikemukakan dalam makalah ini adalah sebagai berikut,
yakni :
Ø Pengertian Cabai
Ø Nama Hama Penyakit
Ø Bagian yang Diserang
Ø Pemberantasan Hama dan Penyakit Secara Biologis
Ø Pemberantasan Hama dan Penyakit Secara Kimiawi
1.3 Tujuan Penulisan
Sesuai dengan rumusan masalah yang dikemukakan pada
bagian sebelumnya, maka penulisan ini bertujuan :
Ø Untuk Mengetahui
Lebih Dalam Tentang Pengertian Cabai
Ø Untuk Mengetahui
Lebih Dalam Tentang Nama
Hama Penyakit
Ø Untuk Mengetahui
Lebih Dalam Tentang Bagian
yang Diserang
Ø Untuk Mengetahui
Lebih Dalam Tentang Pemberantasan
Hama dan Penyakit Secara Biologis
Ø Untuk Mengetahui
Lebih Dalam Tentang Bagaimana Cara Pemberantasan Hama dan Penyakit Secara Kimiawi
1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat yang diharapkan
dari penulisan ini adalah :
ü Dari
segi teoritis penulisan ini dapat memberikan pengetahuan lebih mengenai Hama Penyakit
tanaman Cabai..
ü Dapat
memenuhi tugas yang diberikan Guru mata pelajaran Mulok
1.5 Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah
ini menggunakan metode studi pustaka.
BAB
II ISI
2.1 Pengertian Cabai
Cabai atau cabe merah atau lombok (bahasa Jawa) adalah buah dan tumbuhan
anggota genus Capsicum.
Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu,
tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas
sangat populer di Asia Tenggara
sebagai penguat rasa makanan.
Klasifikasi Tanaman
Cabai
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan
berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta
(Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta
(Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida
(berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus : Capsicum
Spesies : Capsicum annum
L.
2.2 Nama Hama dan Penyakit pada Cabai
1.Ulat Grayak
(Spodoptera litura F.)
2.Kutu Daun (Myzus persicae Sulz.)
3.Lalat Buah (Dacus ferrugineus Coquillet atau D. dorsalis Hend.)
4.Thrips (Thrips sp.)
5.Tungau
PENYAKIT TANAMAN CABAI
1.Layu Bakteri (Pseudomonas solanacearum E.F. Smith)
2.Layu Fusarium (Fusarium oxysporum Sulz.)
3.Bercak Daun dan Buah (Collectrotichum capsici (Syd.) Butl. et. Bisby)
4.Bercak Daun (Cercospora capsici Heald et Wolf)
5.Bercak Alternaria (Alternaria solani Ell & Marf)
6.Busuk Daun dan Buah (Phytophthora capsici Leonian.)
7.Virus (Cucumber Mosaic Virus (CMV), Potato Virus Y (PVY), Tobacco Etch Virus
(TEV), Tobacco Mosaic Virus (TMV).)
8.Penyakit Fisiologis (Kekurangan Kalsium (Ca), Terbakar Sinar Matahari,
Kekurangan Air.)
9.Busuk Kuncup atau Pucuk (Teklik).
2.3 Hama Penyakit Cabai
Menyerang Ketika
ü
Agrotis
yopsilon Rottenbrg (ulat tanah), Hama ini biasanya menyerang tanaman pada
malam hari sedang pada siang hari bersembunyi di dalam tanah.
ü
Spodoptera
litura Fabricius (ulat grayak), hama
ini biasanya menyerang malam hari,
2.4 Bagian Tanaman yang diserang
ü
Agrotis
yopsilon Rottenbrg (ulat tanah), gejala yang terlihat
yaitu tanaman muda akan patah, terpotong pada pangkal batangnya. Sangat
merugikan bila ulat menyerang tanaman yang masih muda, baik di persemaian
maupun setelah melakukan pindah tanam. Hama
ini biasanya menyerang tanaman pada malam hari sedang pada siang hari
bersembunyi di dalam tanah.
ü
Heliothis
armigera Hubner (penggerek buah), gejala serangan pada buah. Ulat akan
melubangi buah terutama dekat bagian tangkai buah. Ulat akan masuk kedalam buah
dan memakan bagian dalam buah, sehingga buah akan rusak, pada akhirnya akan
rontok dan membusuk, terutama setelah penyakit sekunder ikut masuk kedalam buah.
ü
Spodoptera
litura Fabricius (ulat grayak), hama
ini biasanya menyerang malam hari, dengan gejala awal akan terlihat pada daun.
Larva muda yang baru menetas akan bergerombol pada bagian bawah daun. Ulat-ulat
kecil ini mulai memakan bagian daging daun dan meninggalkan lapisan epidermis
daun yang tipis dan berwarna putih tembus pandang. Ulat yang besar mampu
memakan urat-urat daun sehingga daun akan menjadi berlubang.
ü
Aphis gossypii Glover (kutu daun), Pada serangan hebat
akan menyebabkan pertumbuhan tanaman mengerdil. Tanaman yang terserang, daunnya
akan mengeriting. Hal ini disebabkan cairan dalam daun dihisap oleh
hama ini.
Hama ini juga merupakan
vektor (pembawa) penyakit virus.
Hama
dapat mengeluarkan kotoran
embun madu, sehingga akan banyak ditemui hewan
semut yang memanfaatkan kotorannya.
Embun madu ini dapat menjadi
media tumbuhnya jamur jelaga yang menutupi daun, akibatnya akan sangat
mengganggu dalam proses fotosintesa tanaman.
2.5 Pengendalian secara Biologis
Penyakit
Layu Bakteri (Pseudomonas solanacearum) Untuk memastikan penyebab layu tersebut
kita bisa mengambil tanaman yang terserang, kemudian pangkal batangnya dibelah
untuk direndam pada gelas yang berisi air bening. Apabila bakteri maka akan
ditandai dengan keluarnya cairan berwarna coklat susu berlendir semacam asap
yang keluar pembuluh batangnya di dalam air. Untuk mengatasinya tak ada jalan
lain selain menyingkirkan tanaman yang terserang, dan tetap menjaga agar
bedengan tanam selalu dalam kondisi kering di luar. Selain itu, melakukan
rotasi tanaman dengan tanaman yang tidak sefamili bisa mengurangi resiko
serangan penyakit tersebut. Secara kimiawi, penyakit ini dapat dicegah dengan
menyiram larutan Kocide 77WP konsentrasi 5 - 10 gr/liter pada lubang tanam
sebanyak 200 ml/tanaman interval 10 - 14 hari dan dimulai saat tanaman mulai
berbunga.
2.6 Pemberantasan hama
secara Kimiawi
Penyakit
Bercak Bakteri (Xanthomonas campetres) dengan merendam benih menggunakan
bakterisida berbahan aktif stretomisin sulfat dan oksitetrasiklin. Daun,ranting
dan buah yang berserakan di atas bedengan agar di bersihkan dan dimusnahkan.
Rotasi tanaman dengan tanaman bukan famili cabai sangat dianjurkan. Tekan
serangan bercak bakteri ini dengan fungisida berbahan aktif tembaga seperti
Kocida 60 WDG, Cupravit, Trimiltox.
Penyakit
Bercak Daun (Phytophthora capsici) Pengendalian terhadap penyakit ini dapat
dilakukan dengan membuang tanaman yang terserang sekaligus membersihkan
sanitasi lingkungan tanaman. Secara kimia dapat juga dicegah dengan fungisida
kontak bahan aktif tembaga hidroksida seperti Kocide 54WDG, Kocide 77WP, dan
atau fungisida bahan aktif Mankozeb yaitu Victory 80WP.
BAB
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pada makalah ini penulis menyimpulkan bahwa tanama
cabai memeliki kendala yang begitu sulit dan rentan terhadap serangan hama
penyakit
Tanaman cabai dapat berkembang baik apabila perawatan
dan pemeliharaan yang teratur ,pengndalian
hama penyakit dapat dilakukan dengan cara alami yaitu dengan memberikan
kusuh alaminya , Penyakit tanaman cabai dapat dikendalikan dengan cara
pemberian bahan kimia seperti Kocide 54WDG, Kocide 77WP, Mankozeb
yaitu Victory 80WP.
3.2 Saran
Jadi
dalam penanaman cabai haruslah diperlukan ketelitian, kesabaran , keterampilan
mengenai teknik dan pengolahan penanaman
cabai
Tugas Kelompok
Kelpmpok « cabai »
Nama
kelompok : aditiya putra
Agus
eugianto
Aziz
arry nashori
Kiki
krismana
Nurbani
haryanto
solihin